![]() |
salah satu grup dangdut sedang menghibur di acara pernikahan |
Mungkin anda pernah menyaksikan acara musik dangdut yang di gelar di sebuah hajatan? Baik di kota kecamatan, pedesaan dan kampung-kampung. Apakah anda tau ! berapa nominal uang yang akan didapatkan dari masing-masing pemain untuk sekali tampil main ?.
Bagi sebagian masyarakat yang mengadakan hajatan (pernikahan, sunat atau lainya) khususnya “masyarakat pesisian” di pulau Jawa, sepertinya tidak afdol kalau tidak menggelar dangdutan. Acara hajatan menjadi tidak menarik dan terasa sepi. Selain itu, dengan menggelar musik dangdut, para undangan yang bisa terhibur dengan kehadiranya serta bisa mendatangkan masyarakat sekitar untuk menonton. Sehingga acara hajatanpun akan lebih meriah.
Ada sebagian masyarakat beranggapan, bahwa dengan mengadakan hiburan musik asli Indonesia itupula, strata ekonomi yang punya hajat bisa dilihat. Semakin terkenal grup dangdut yang ditampilkan, semakin bergengsi pula yang punya hajat dimata masyarakat.
Pada umumnya, grup-grup musik dangdut yang ada di daerah-daerah dikelola tidak secara profesioanl seperti grup band misalnya. Mereka mendirikan grup musik dangdut berdasarkan hobi semata. Menjadi pemain dangdut bukan dijadikan pekerjaan utama sebagai tujuan hidupnya. Maka jangan heran, kalau ada sebagian personelnya, ada yang bekerja di pabrik, satpam, pedagang, sampai pengangguran. Hal ini disebabkan karena pengelolaanya masih menggunakan cara-cara tradisional, Mereka main hanya kalau ada panggilan saja. Selain itu, rendahnya SDM, kurang “bergaul” dengan media sosial untuk ajang berpromosi, tidak adanya biaya untuk membeli peralatan musik yang memadai, menjadikan mereka hanya mengandalkan media promosi dari mulut-mulut untuk menerima pangilan main. Jangan tanyakan pada mereka tentang kunci not balok atau tablatur, karena kebanyakan dari mereka belajar musik secara otodidak. Mereka hanya mengandalkan filing untuk menguasai sebuah lagu.
Tapi kita harus berterima kasih pada mereka, dengan keberadaanyalah, musik dangdut bisa bertahan sampai sekarang. Masyarakat yang ada di daerah mungkin tidak bisa menikmati sajian musik yang identik dengan goyang pinggulnya itu, kalau tidak ada mereka. Secara kwalitas, musik yang dihidangkan tidak kalah dengan musisi-musisi dangdut yang sering tampil di tv-tv itu, atau musisi senior yang sering mengiringi penyanyi di studio rekaman. Justru untuk penguasaan berbagai judul lagu, mereka paling jago. Bayangkan saja, mereka harus menguasai dan memainkanya secara kompak oleh seluruh pemain dengan judul lagu yang tidak di rencanakan sebelumnya. Semua lagu-lagu yang di bawakan di atas panggung, mengalir begitu saja tanpa ada “song list”. Sehingga mereka di tuntut harus menguasai puluhan bahkan ratusan judul lagu untuk memuaskan penonton. Terkadang antara musisi dan penyanyi tidak mengenal satu sama lain.
Upah para pemain dangdut
Lalu berapa nominal uang jasa untuk para personil dangdut untuk sekali tampil dipanggung?.
Tentu saja bervareasi. Ini tergantung pada keputusan pimpinan grup. Ada sebagian pengelola grup yang menerapakan sistem sama rata untuk setiap pemain. Tapi ada juga pimpinan grup yang menerapkan berdasarkan jenis alat musik yang dimainkan. Semakin banyak vareasi alat musik yang dimainkan, semakin besar pula bayaranya. Misalnya, seorang personil yang memegang alat musik gita melodi, upahnya akan lebih besar di banding personil yang memainkan alat tamborin.
Grup dangdut yang sudah punya nama, umumnya ditentukan oleh banyaknya jam terbang. Diantaranya, sering main di berbagai tempat, bermain di rumah pejabat, di tempat-tempat wisata, event olah raga sehingga namanya jadi lebih familiar. Bagi grup dangdut seperti ini, biasanya sudah punya managemen lebih rapih serta dukungan alat dan sound system yang sangat bagus.
Tahun 2000-an, seorang musisi dari sebuah grup dangdut kelas “ekonomi”, biasanya dibayar antara 50-75 ribuan. Sementara penyanyi bisa mendapatkan honor 50-150 ribu dengan membawakan 5-8 lagu dalam sekali main. Itu dihitung tampil mulai dari jam 11 siang sampai jam 4 sore.
Dan kini, seorang musisi dangdut bisa mendapatkan honor 100-150 ribuan dalam sekali tampil. Sementara penyanyi bisa dibayar antara 200-250 ribu.
Lain lagi dengan grup dangdut yang mengandalkan keyboard sebagai instrumen, atau bisa disebut organ tunggal, seorang pemain keyboard seperti ini, bisa mendapatkan bayaran 250 sampai 300 ribu.
Artikel di atas, berdasarkan referensi grup-grup dangdut yang berada di Jawa Barat, khusnya di Bandung. Kemungkinan perbedaan keterangan bisa terjadi.
Untuk itu komentar anda sangat membantu .
Anda punya grup dangdut? jasa rental sound sistem ?
Promosikan saja dikotak komentar dan sertai alamat dan nomor hp
Promosikan saja dikotak komentar dan sertai alamat dan nomor hp
Mahadewa dangdut asal bondowoso jawatimur
ReplyDeletejl.kawah ijen jurangsapi tapen bondowoso.
call : 0852 5885 9618
fb: pagar968@yahoo.com
New bonnata entertainment
ReplyDeleteAsal bonjot, rancapanggung kec.cililin, kab bandung barat
Hub :081220366819 / 085872979302
FB : New Bonnata