Anda sedang belajar bahasa asing ? Atau mungkin anda sedang mengajari sang anak untuk menguasai bahasa Inggris, Jepang, Arab, Spanyol, Mandarin dan bahasa asing lainya?
Ada kabar baik bagi anda atau putra-putri anda yang kini sedang belajar bahasa selain bahasa Indonesia. Dalam sebuah symposium yang bertema 'Bilingualism Matters' yang berlangsung di Universitas
Edinburgh, para ahli di bilingual mengatakan bahwa belajar bahasa kedua
pada usia berapa pun tidak hanya menanamkan pengetahuan dan pemahaman budaya,
tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir dan ketangkasan mental. Hal
ini tentu saja dapat menunda penuaan otak dan mengimbangi
gejala awal demensia. Acara yang dihadiri
beberapa peneliti ini, di adakan pada tanggal 13 Februari di Marshall Ballroom , Marriot
Wardman Park, Washington DC.
Selama berlangsungnya simposium, peneliti akan meneliti bagaimana
temuan dari observasi bilingualisme tersebut
saat diterapkan, dan bagaimana pula mereka (masyarakat luas) bisa memanfaatkan hasil dari
penelitian itu melalui pendidikan, kebijakan dan bisnis. Para
ahli pun akan melakukan penelitian juga pada kelompok bayi, anak-anak, kelompok usia muda, dewasa sampai usia tua.
Profesor Antonella Sorace dari University of Edinburgh, yang mendirikan pusat Bilingualism Matters tersebut, akan fokus pada penelitian tentang bahasa yang di pandang sebagai bahasa minoritas, seperti Gaelic dan Sardinia. Seperti kita ketahui, Bahasa Gaelik Skotlandia (Gàidhlig) adalah bahasa yang dipakai oleh sekitar 60.000 jiwa di Skotlandia (Alba), terutama di Highlands (a' Ghaidhealtachd) dan di Western Isles (Na h-Eileanan an Iar). Sementara bahasa Sardinia adalah bahasa yang dituturkan oleh etnis Sardinia dan jumlahnya mencapai kira-kira lebih dari 2,5 juta jiwa, yang terbesar masing-masing di Pulau Sardinia, 100 ribu jiwa di Korsika. Sedangkan dalam jumlah kecil, Bahasa Sardinia dituturkan di Australia, Jerman, Amerika Serikat, dan Britania Raya.
Lebih lanjut Profesor Sorace mengatakan "Kami sangat antusias untuk merefleksikan pengalaman Edinburgh “bilingualisme” ini sebagai contoh penelitian ilmiah mutakhir yang melibatkan masyarakat, dan untuk berbagi keadaan saat penelitian di daerah ini dan relevansinya bagi masyarakat umum. "
Profesor Antonella Sorace dari University of Edinburgh, yang mendirikan pusat Bilingualism Matters tersebut, akan fokus pada penelitian tentang bahasa yang di pandang sebagai bahasa minoritas, seperti Gaelic dan Sardinia. Seperti kita ketahui, Bahasa Gaelik Skotlandia (Gàidhlig) adalah bahasa yang dipakai oleh sekitar 60.000 jiwa di Skotlandia (Alba), terutama di Highlands (a' Ghaidhealtachd) dan di Western Isles (Na h-Eileanan an Iar). Sementara bahasa Sardinia adalah bahasa yang dituturkan oleh etnis Sardinia dan jumlahnya mencapai kira-kira lebih dari 2,5 juta jiwa, yang terbesar masing-masing di Pulau Sardinia, 100 ribu jiwa di Korsika. Sedangkan dalam jumlah kecil, Bahasa Sardinia dituturkan di Australia, Jerman, Amerika Serikat, dan Britania Raya.
Lebih lanjut Profesor Sorace mengatakan "Kami sangat antusias untuk merefleksikan pengalaman Edinburgh “bilingualisme” ini sebagai contoh penelitian ilmiah mutakhir yang melibatkan masyarakat, dan untuk berbagi keadaan saat penelitian di daerah ini dan relevansinya bagi masyarakat umum. "
Profesor Sorace akan bergabung dengan peneliti dari San Diego State
University, Pennsylvania State University, Concordia University, Nizam
Institute of Medical Sciences, Universitas Cina Hong Kong dan University of
Connecticut.
Sumber : daily news
Saatnya Anda Menjadi Peserta Asuransi Dari BRI (Bringinlife)
Hubungi : Ibu Pani
M3 : 0857 0000 9480
XL : 0818 0201 6041
Simpati : 0822 1449 9594
Pin BB : 26E5 29D5
Kantor Pusat Jawa Barat
KANTOR PENJUALAN - BANDUNG-01 | |
MENARA BRI LT.7 (RUANG 702) JL.ASIA AFRIKA NO.57-59 BANDUNG | |
(022) 4207022 | |
(022) 4207022 |
No comments:
Post a Comment